Tindakan Korupsi di
Indonesia
Korupsi sudah merupakan masalah yang
sering terjadi di bangsa Indonesia.
Fenomena fenomena yang terjadi adalah budaya permisif yang timbul di masyarakat
dimana haus akan hadirnya Negara yang bebas dari korupsi tetapi masih
mempraktekkan perilaku perilaku koruptif, Penegakan hukum atas tindak pidana
korupsi juga masih jalan ditempat khususnya pada aparat kejaksaan dan
kepolisian, sektor pelayanan publik yang cenderung birokratis dan tidak efisien,
sektor swasta yang juga tak sungkan mempraktikan upaya upaya korupsi demi
keuntungan yang sebesar besarnya dan yang paling penting adalah sistem
pemilihan pemimpin di legislative dan eksekutif yang boros juga jadi penyebab
suburnya korupsi
Akar
penyebab korupsi berasal dari keserakahan, kesempatan, kebutuhan dan hukuman.
Keserakahan timbul karena adanya sifat tidak
pernah puas yang dimiliki oleh manusia. Kesempatan merupakan suatu keadaan
yang menjadi faktor penarik tindakan kriminal. Didalam tindak pidana korupsi,
kelemahan peraturan ataupun kekuasaan
yang dimiliki menjadikan seseorang memiliki kesempatan untuk melancarkan
aksinya. kebutuhan menyebabkan korupsi dikarenakan adanya keadaan yang
mengharuskan seseorang untuk memberanikan diri melakukan perbuatan korupsi
tersebut. Sedangkan hukuman menjadi salah
satu penyebab korupsi karena jika hukuman yang diterapkan kepada para koruptor
lemah tentunya tidak akan efek jera dalam penindakan korupsi tersebut.
Jikalau
dilihat dari akar permasalahan yang terjadi,jangan
heran mengapa bangsa Indonesia sulit mengatasi korupsi??, mungkin mengatasi hal tersebut dilakukan dengan cara :
a)
Mengembangkan
budaya malu, disiplin dan tertibi hukum
b)
Mengembangkan
nilai nilai anti korupsi sejak dini
c)
Menciptakan
pendidikan berkarakter dan mencerdaskan
d)
Memperkuat
peran KPK yang melakukan kegiatan penegakan hukum di bidang korupsi khususnya
pada proses penyelidikan, penyidikan dan pentuntutan.
e) Meningkatkan dukungan tenaga SDM,
dana dan dukungan politik bagi KPK dalam menjalankan perannya tersebut.
Jika korupsi dalam suatu
masyarakat telah merajalela dan menjadi makanan masyarakat setiap hari, maka akibatnya
akan menjadikan masyarakat tersebut sebagai masyarakat yang kacau, tidak ada
sistem sosial yang dapat berlaku dengan baik. Setiap individu dalam masyarakat
hanya akan mementingkan diri sendiri (self interest), bahkan selfishness. Tidak
akan ada kerjasama dan persaudaraan yang tulus.
Salah satu efek negatif yang
paling berbahaya dari korupsi pada jangka panjang adalah rusaknya generasi muda. generasi muda akan menganggap bahwa korupsi
sebagai hal biasa (atau bahkan budayanya), sehingga perkembangan pribadinya
menjadi terbiasa dengan sifat tidak jujur dan tidak bertanggungjawab. Jika
generasi muda suatu bangsa keadaannya seperti itu, bisa dibayangkan betapa
suramnya masa depan bangsa
Sumber : Arief Irwanto Lasantu, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar